jump to navigation

Jenis-jenis Cafe di Jepang Desember 25, 2008

Posted by Imelda in Uncategorized.
add a comment

Kalau di Indonesia mungkin jika berbicara mengenai Cafe, maka yang terbayang adalah Hard Rock Cafe atau Fashion Cafe, XxXXx Cafe yang kesannya glamor dengan makanan dan minuman tertentu yang bukan hanya kopi tentunya. Padahal yang namanya Cafe seharusnya hanya menjual kopi dan mungkin sedikit snack seperti di Starbuck (saya tidak ingat lagi coffee shop lain). Nah kalau berbicara Cafe di Jepang harap berpikir seperti kedai kopi Starbuck ini.

Orang Jepang memang suka minum kopi. Dan teh hijau tentunya…. Tapi tidak berarti mereka tidak minum teh Ceylon/Jasmine dll. Kedai kopi merupakan tempat yang tepat untuk bertemu. Karena rumah orang Jepang biasanya kecil dan jauh dari pusat kota, biasanya jika mau bertemu maka biasanya akan membuat janji bertemu di kedai kopi kissaten atau restoran. Di sekitar stasiun, atau mall, setiap sudut jalan di Tokyo pasti ada kedai kopi ini. Kadang besar, kadang hanya bisa menampung 10 orang duduk. Ada yang murah, karena chain-store, dengan menjual kopi seharga 170-200 yen secangkir. Seperti Dotour Coffee, Pronto, Veloce dll. Ada yang mahal dengan secangkir kopi seharga 500 yen. Tapi disajikan dalam cangkir-cangkir mewah buatan Wedgwood, Royal Doulton dll. Di lemari dindingnya terpajang beragam jenis cangkir. Kopinya juga memakai kopi yang baru digiling dan dibuat dengan cara tertentu. Di kedai yang dikelola individual seperti ini biasanya diputar lagu-lagu klasik. Dulu waktu masih sering bekerja di banyak tempat, saya beristirahat di kedai kopi ini sambil minum kopi dan baca buku menghabiskan waktu sebelum memulai pekerjaan selanjutnya. Itu kalau mau santai.
Coffee shop wedgwood cup

Tapi kalau takut tertidur di kedai kopi biasanya saya masuk net cafe sambil menggunakan waktu untuk browsing atau chatting atau bahkan mengetik bahan laporan. Net cafe dihitung per-jam biasanya biayanya 400 yen perjam. Dan termasuk minum gratis berbagai jenis minuman seperti kopi, teh, jus, soda dll. Biasanya net cafe juga bergabung dengan peminjaman komik sehingga bernama mangga cafe. Daripada menghabiskan 2 jam di kedai kopi yang 500-an tadi, lebih baik di net cafe. Seperti warnet di Indonesia, masing-masing tamu mendapat satu komputer dengan sekat antara satu komputer dengan yang lainnya.

Mangga-net-cafeSelain mangga cafe, saya pernah coba juga masuk video cafe. Nah ini benar-benar terpaksa saya masuk ke sana, karena net cafe yang biasanya saya pergi sedang penuh. Satu jamnya seharga 1000 yen tapi bisa meminjam video sebanyak 3 buah. Biasanya yang masuk ke sini adalah salary-man, pekerja yang sedang dinas luar, lalu menghabiskan waktunya di situ. Di sini kita mendapat satu kamar kecil (benar-benar kecil sekitar 1×1) yang dilengkapi dengan display TV layar lebar, untuk menonton video atau memakai internet.Dan enaknya disini kursinya disediakan kursi yang empuk seperti kursi bos-bos. Jadi bisa tidur di sini tanpa menonton atau menyalakan komputer. Nyaman…. Saya pikir lumayan juga kalau tidak ada hotel bisa menginap di sini kalau terpaksa. Karena di atas jam 12 sampai jam 5 pagi mendapat diskon separuh harga. (cocok untuk mereka yang ketinggalan kereta sehingga tidak bisa pulang ke rumah, dan menunggu kereta mulai beroperasi pukul 5 pagi). Dan ternyata, akhir-akhir ini banyak pemuda/i yang minggat dari rumahnya dan menganggap net cafe ini atau yang mangga cafe sebagai rumah mereka. (pikir-pikir memang lebih murah daripada harus menyewa rumah). Tapi kayaknya saya tidak akan masuk tempat itu kalau tidak terpaksa sekali. Meskipun bukan tempat maksiat, tapi kebanyakan yang datang memang laki-laki, dan video yang disediakan tentu saja ada yang esek esek (ngga sempat periksa abis takut liatnya hihihi). Bisalah self service jadinya ….. pasang filmnya sendiri gitu heheheh jangan ngeres aja pikirannya.

Nah itu adalah cafe yang saya tahu, dan pernah masuki. Tetapi ternyata ada banyak jenis cafe di Jepang. Ada beberapa yang saya baru tahu keberadaanya setelah membaca sebuah survey yang diadakan situs goo, berbahasa Jepang, mengenai jenis cafe khusus yang ingin sekali dicoba kalau sempat. Saya tulis berdasarkan ranking ya. (ada 20 jenis)

(lagi…)

Makanan Beku November 2, 2008

Posted by Imelda in Uncategorized.
add a comment

Bagi keluarga yang besar atau sulit untuk berbelanja setiap hari/waktu tertentu, makanan beku (frozen meal) merupakan pilihan yang sangat tepat. Baik itu berupa bahan yang kita beli dalam keadaan segar, kemudian dimasukkan ke dalam freezer maupun bahan yang sudah terkemas khusus sebagai frozen meal. Kalau di Indonesia mungkin kebanyakan adalah produk luar negeri seperti jagung manis, broccoli, fried potatoe atau chiken nugget dll. Sedangkan si Jepang kemasan makanan beku lebih bervariasi, mulai dari sayuran, spaghetti/segala jenis bakmi atau pilaf/nasi goreng, sampai lauk-pauk seperti kroket, ayam goreng, beef steak dan lain-lain.

Saya juga sering membeli makanan beku ini sejak melahirkan anak kedua, karena biasanya tidak ada waktu untuk memasak makan malam atau makanan untuk bento/ bekal si Sulung Riku. Dan diantaranya adalah Gyoza, yaitu semacam siomay yang berbentuk seperti harkau yang digoreng/kukus. Makanan gyoza ini berasal dari China tetapi dimodifikasi ala Jepang. Dan ternyata makanan frozen ini banyak yang dibuat dari luar negeri (baca china)yang diimpor ke Jepang. Anak saya Riku suka sekali makan gyoza sehingga hampir setiap minggu saya membelinya.

Tapi saya menjadi takut sekarang untuk membeli gyoza, atau makanan beku lain karena saat ini di Jepang sedang ramai membicarakan masalah gyoza frozen. Pasalnya sudah ada beberapa orang yang terpaksa masuk Rumah Sakit karena keracunan makanan setelah makan gyoza tersebut. Kebanyakan mereka menderita sakit perut dan muntah-muntah, bahkan seorang anak berusia 5 tahun sempat parah. Hampir sebulan setelah kejadian tersebut, barulah pemerintah mengumumkan bahwa gyoza yang mereka makan ternyata mengandung メタミドホス Methamidophos atau nama kimianya C2H8NO2PS. Methamidophos ini merupakan pestisida yang dilarang penggunaannya di Jepang karena termasuk obat keras. Obat ini tidak terdaftar di Jepang, tetapi penghasil obat ini yang terbesar adalah Jerman dengan merek Monitor atau Tamaron.Saya tidak tahu apakah petani Indonesia memakai produk ini atau tidak.

Yang pasti setelah pemberitaan kasus gyoza ini, sudah 1000 orang lebih yang melaporkan bahwa dirinya mungkin keracunan makanan karena mengalami gejala yang sama dan makan produk makanan beku tersebut. Memang menurut kesaksian korban, waktu makan gyoza tersebut tercium bau kimia, dan rasanya pahit. Untuk anak-anak mungkin tidak bisa membedakan makanan yang tidak baik karena rasa berbeda, sehingga saya juga menjadi takut memberikan makanan sembarang kepada Riku sekarang.

Belum diketahui apa yang menyebabkan obat tersebut masuk ke dalam kemasan makanan beku. Apakah pada waktu proses pembuatan (yang dikatakan kemungkinannya kecil sekali) atau memang ada orang yang sengaja memasukkan obat tersebut dalam kemasan. Tetapi yang pasti kejadian ini membuat saya lebih berhati-hati membeli produk makanan terutama yang diproduksi di China. Padahal selama ini saya tidak mau terlalu memikirkan hal tersebut, karena saya anggap toh sebelum masak kita cuci dulu (untuk sayuran). Tapi biar bagaimanapun juga, nyawa manusia apalagi buah hati tidak ada cadangannya sehingga mau tidak mau, kita sendiri harus menjaga dan mengantisipasi kemungkinan-kemungkinan tersebut.

Alat pengukur senyum November 1, 2008

Posted by Imelda in Uncategorized.
add a comment

Apakah orang Jepang sangat jarang tersenyum sehingga perlu ada alat untuk mengukur kadar senyum?

Produsen alat pengukur tekanan darah yang terkenal OMRON, mengembangkan sebuah alat baru untuk mengukur kadar senyum seseorang. Yaitu dengan menganalisa gerak dari 30-an titik di muka, turunnya kelopak mata, sudut mulut dan keriput yang terjadi, kemudian menilainya dalam skala 0 sampai 100%. Tentu saja untuk mengambil moment tersenyum itu, alat itu mengandalkan digital camera.

あなたの笑顔、今何%? オムロンが「笑顔度」測定開発

2007年09月08日15時22分

仏頂面は0%、満面の笑み で100%――。オムロンはそんな「笑顔度」を測定する技術を開発した。顔の三十数カ所の動きを分析して目尻が下がる、口角があがる、しわができるといっ た表情の変化を読み取り、笑顔の度合いを0~100%で表示する。笑顔の瞬間に自動的にシャッターを切るデジカメなどへの応用が期待できるという。

笑顔を判別するソフトは以前からあるが、事前に対象者の顔を記録しておく必要があった。オムロンは国内外約4千人の顔を独自に分析して共通のパターンを発 見。性別や国籍、年齢などにかかわらず「一見さん」の顔も瞬時に分析できるようにした。動画もほぼ同時に分析し、同時に30人程度までの笑顔度を測定でき るという。

デジカメのほか、「毎朝自分の笑顔をチェックできる鏡台」といった用途への売り込みも目指す。