<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>jejak langkah</title>
	<atom:link href="http://japansway.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://japansway.wordpress.com</link>
	<description>*** kemana kumelangkah tanahairku tetap Indonesia ***</description>
	<lastBuildDate>Thu, 25 Dec 2008 09:23:10 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='japansway.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>jejak langkah</title>
		<link>http://japansway.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://japansway.wordpress.com/osd.xml" title="jejak langkah" />
	<atom:link rel='hub' href='http://japansway.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Jenis-jenis Cafe di Jepang</title>
		<link>http://japansway.wordpress.com/2008/12/25/jenis-jenis-cafe-di-jepang/</link>
		<comments>http://japansway.wordpress.com/2008/12/25/jenis-jenis-cafe-di-jepang/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 25 Dec 2008 09:22:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Imelda</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://japansway.wordpress.com/?p=16</guid>
		<description><![CDATA[Kalau di Indonesia mungkin jika berbicara mengenai Cafe, maka yang terbayang adalah Hard Rock Cafe atau Fashion Cafe, XxXXx Cafe yang kesannya glamor dengan makanan dan minuman tertentu yang bukan hanya kopi tentunya. Padahal yang namanya Cafe seharusnya hanya menjual kopi dan mungkin sedikit snack seperti di Starbuck (saya tidak ingat lagi coffee shop lain). [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=japansway.wordpress.com&amp;blog=5615528&amp;post=16&amp;subd=japansway&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kalau di Indonesia mungkin jika berbicara mengenai Cafe, maka yang terbayang adalah Hard Rock Cafe atau Fashion Cafe, XxXXx Cafe yang kesannya glamor dengan makanan dan minuman tertentu yang bukan hanya kopi tentunya. Padahal yang namanya Cafe seharusnya hanya menjual kopi dan mungkin sedikit snack seperti di Starbuck (saya tidak ingat lagi coffee shop lain). Nah kalau berbicara Cafe di Jepang harap berpikir seperti kedai kopi Starbuck ini.</p>
<p>Orang Jepang memang suka minum kopi. Dan teh hijau tentunya&#8230;. Tapi tidak berarti mereka tidak minum teh Ceylon/Jasmine dll. Kedai kopi merupakan tempat yang tepat untuk bertemu. Karena rumah orang Jepang biasanya kecil dan jauh dari pusat kota, biasanya jika mau bertemu maka biasanya akan membuat janji bertemu di kedai kopi <em>kissaten</em> atau restoran. Di sekitar stasiun, atau mall, setiap sudut jalan di Tokyo pasti ada kedai kopi ini. Kadang besar, kadang hanya bisa menampung 10 orang duduk. Ada yang murah, karena chain-store, dengan menjual kopi seharga 170-200 yen secangkir. Seperti <a href="http://www.doutor.co.jp/">Dotour Coffee</a>, Pronto, <a title="Veloce" href="http://www.chatnoir-jp.com/veloce/drink.html">Veloce</a> dll. Ada yang mahal dengan secangkir kopi seharga 500 yen. Tapi disajikan dalam cangkir-cangkir mewah buatan Wedgwood, Royal Doulton dll. Di lemari dindingnya terpajang beragam jenis cangkir. Kopinya juga memakai kopi yang baru digiling dan dibuat dengan cara tertentu. Di kedai yang dikelola individual seperti ini biasanya diputar lagu-lagu klasik. Dulu waktu masih sering bekerja di banyak tempat, saya beristirahat di kedai kopi ini sambil minum kopi dan baca buku menghabiskan waktu sebelum memulai pekerjaan selanjutnya. Itu kalau mau santai.<br />
<img style="border:0 none;" src="http://i15.photobucket.com/albums/a371/emi_myst/blog/coffeeshop.jpg" border="0" alt="Coffee shop" width="254" height="190" /> <img style="border:0 none;" src="http://i15.photobucket.com/albums/a371/emi_myst/blog/wedgwood.jpg" border="0" alt="wedgwood cup" width="135" height="192" /></p>
<p>Tapi kalau takut tertidur di kedai kopi biasanya saya masuk net cafe sambil menggunakan waktu untuk browsing atau chatting atau bahkan mengetik bahan laporan. Net cafe dihitung per-jam biasanya biayanya 400 yen perjam. Dan termasuk minum gratis berbagai jenis minuman seperti kopi, teh, jus, soda dll. Biasanya net cafe juga bergabung dengan peminjaman komik sehingga bernama mangga cafe. Daripada menghabiskan 2 jam di kedai kopi yang 500-an tadi, lebih baik di net cafe. Seperti warnet di Indonesia, masing-masing tamu mendapat satu komputer dengan sekat antara satu komputer dengan yang lainnya.</p>
<p><img class="alignleft" style="float:left;margin:5px;" src="http://i15.photobucket.com/albums/a371/emi_myst/blog/mangga-net-cafe.jpg" alt="Mangga-net-cafe" width="226" height="169" />Selain mangga cafe, saya pernah coba juga masuk video cafe. Nah ini benar-benar terpaksa saya masuk ke sana, karena net cafe yang biasanya saya pergi sedang penuh. Satu jamnya seharga 1000 yen tapi bisa meminjam video sebanyak 3 buah. Biasanya yang masuk ke sini adalah salary-man, pekerja yang sedang dinas luar, lalu menghabiskan waktunya di situ. Di sini kita mendapat satu kamar kecil (benar-benar kecil sekitar 1&#215;1) yang dilengkapi dengan display TV layar lebar, untuk menonton video atau memakai internet.Dan enaknya disini kursinya disediakan kursi yang empuk seperti kursi bos-bos. Jadi bisa tidur di sini tanpa menonton atau menyalakan komputer. Nyaman&#8230;. Saya pikir lumayan juga kalau tidak ada hotel bisa menginap di sini kalau terpaksa. Karena di atas jam 12 sampai jam 5 pagi mendapat diskon separuh harga. (cocok untuk mereka yang ketinggalan kereta sehingga tidak bisa pulang ke rumah, dan menunggu kereta mulai beroperasi pukul 5 pagi). Dan ternyata, akhir-akhir ini banyak pemuda/i yang minggat dari rumahnya dan menganggap net cafe ini atau yang mangga cafe sebagai rumah mereka. (pikir-pikir memang lebih murah daripada harus menyewa rumah). Tapi kayaknya saya tidak akan masuk tempat itu kalau tidak terpaksa sekali. Meskipun bukan tempat maksiat, tapi kebanyakan yang datang memang laki-laki, dan video yang disediakan tentu saja ada yang esek esek (ngga sempat periksa abis takut liatnya hihihi). Bisalah self service jadinya &#8230;.. pasang filmnya sendiri gitu heheheh jangan ngeres aja pikirannya.</p>
<p>Nah itu adalah cafe yang saya tahu, dan pernah masuki. Tetapi ternyata ada banyak jenis cafe di Jepang. Ada beberapa yang saya baru tahu keberadaanya setelah membaca sebuah survey yang diadakan <a href="http://ranking.goo.ne.jp/ranking/013/special_cafe/">situs goo</a>, berbahasa Jepang, mengenai jenis cafe khusus yang ingin sekali dicoba kalau sempat. Saya tulis berdasarkan ranking ya. (ada 20 jenis)</p>
<p><span id="more-16"></span></p>
<p>Pertama: <span style="text-decoration:underline;">Kyushoku Cafe</span>. Kyushoku itu artinya makanan yang disediakan di sekolah untuk makan bersama. Biasanya tidak enak (katanya) karena harus memenuhi gizi tapi harus murah semurah-murahnya. Tapi meskipun tidak enak kesannya, ada beberapa makanan yang membuat kita teringat kembali masa sekolah. Kursi dan meja yang disediakan juga kursi dan meja sekolah, lalu memakai peralatan makan ala sekolah seperti nampan dari besi, dan sendok rangkap garpu. Mungkin sulit untuk dibayangkan orang Indonesia, karena kita tidak pernah mengalaminya. Tapi bagi orang jepang dewasa mungkin untuk pergi ke sini bisa membangkitkan memory masa lalu. Karena itu cafe ini menjadi pilihan pertama cafe khusus yang ingin dikunjungi.</p>
<p style="text-align:center;"><img class="aligncenter" style="border:0 none;vertical-align:middle;" src="http://i15.photobucket.com/albums/a371/emi_myst/blog/kyushoku.jpg" border="0" alt="Kyushoku" /></p>
<p>(contoh kyushoku)</p>
<p>Yang kedua adalah <span style="text-decoration:underline;">Book Cafe</span>. Kalau ini sudah jelas, jadi tidak usah dijelaskan lagi ya.</p>
<p>Yang ketiga adalah <span style="text-decoration:underline;">Dagashiya Cafe</span>. Dagashi adalah makanan kecil jaman baheula. Mungkin masih ada yang ingat biskuit dengan gula bentuk monas berwarna warni (putih, kuning, pink kalau tidak salah ingat), atau permen bubuk yang terdapat di dalam botol plastik kecil yang dilengkapi sedotan kecil, atau gulali yang diapit dua lembar kerupuk, dll makanan kecil yang biasa dijual di warung jaman dulu. Nah Cafe itu menyediakan snack itu selain menjual kopi dan teh. Jadi anak-anak pun bisa enjoy jika datang ke sini.</p>
<p>Yang keempat adalah <span style="text-decoration:underline;">Animal Cafe</span>. Sesuai dengan namanya, kita bisa minum kopi/teh di situ sambil memandang binatang atau membelainya. Yang terkenal adalah Cafe Anjing, Cafe Kucing dan Cafe Kelinci. (Untung tidka ada Cafe buaya ya hihihi).</p>
<p>Yang kelima adalah <span style="text-decoration:underline;">Cafe Bahasa Asing</span>. Jadi yang berkunjung ke sini bisa bercakap-cakap memakai bahasa asing (Baca Inggris).<img class="alignright" style="float:right;" src="http://i15.photobucket.com/albums/a371/emi_myst/blog/onigiri.jpg" alt="onigiri おにぎり" width="141" height="116" /></p>
<p>Yang keenam <span style="text-decoration:underline;">Cafe Onigiri</span>. Biasanya di kedai kopi disediakan roti atau kue, tapi di sini disediakan onigiri (nasi kepal&#8230;.bayangkan lemper deh)</p>
<p>Yang ketujuh <span style="text-decoration:underline;">Diet Cafe</span>, mungkin disini menyediakan minuman yang berkhasiat diet atau makanan berkalori rendah.</p>
<p>Yang kedelapan <span style="text-decoration:underline;">Cafe Ramalan</span>. Datang ke sini dan minta diramal&#8230;.dengan tarot atau yang lainnya.</p>
<p>Yang ke sembilan <span style="text-decoration:underline;">Maid Cafe</span>. Maid =pembantu. Kenapa kok jadi Cafe pembantu? memang yang datang<img class="alignright" style="float:right;margin:5px;" src="http://i15.photobucket.com/albums/a371/emi_myst/blog/maid.jpg" alt="" width="202" height="267" /> pembantu-pembantu? hihihi&#8230; Kalau menyebut kata Maid, Anda harus membayangkan pelayan wanita dengan pakaian hitam berenda putih dan bertopi khusus yang melayani kastil-kastil. Nah pelayan di sini memakai baju seperti itui, sehingga tamu pria yang datang merasa puas seakan dia adalah bangsawan yang dilayani oleh pembantu jaman dulu. Waktu datang tamu akan disambut dengan &#8220;Welcome home Sir&#8221; &#8230;.</p>
<p>Sebetulnya baju maid ini juga merupakan bagian dari Cosplay (Costume Player, memakai baju seperti tokoh-tokoh dalam buku/komik). Membayangkan Maid Cafe ini, saya jadi teringat pada cafe dengan bunny girl yang menjadi lambang majalah playboy. Awal-awal saya datang ke Jepang, saya memang sering pergi dengan bos-bos eksekutif atau manager-manager perusahaan dalam rangka membuat jadwal, atau menerjemah, atau merencanakan kunjungan ayah saya atau orang lain yang akan datang ke Tokyo untuk urusan dinas. Meeting ringan seperti itu biasanya dilakukan sambil makan di restoran mewah dan setelah itu kadang-kadang diajak minum kopi. (Waktu itu masih alim jadi tidak bisa minum alkohol). Nah suatu kesempatan saya diajak pergi ke club eksekutif untuk minum cafe di lantai teratas sebuah gedung tinggi wilayah perkantoran. Yang membuat saya kaget ya itu&#8230;pelayannya semua perempuan dengan baju bunny girl itu. Duh, begitu masuk saya sempat takut, tempat apaan ini&#8230;tapi saya lihat banyak ladies juga&#8230;so aku tidak perlu khawatir. Dan tempatnya indah, <img class="alignleft" style="float:left;margin:5px;" src="http://i15.photobucket.com/albums/a371/emi_myst/blog/MaidCafe_SG.jpg" alt="Maid Cafe di Singapore" width="216" height="162" />tidak temaram dan  pemandangan night-view ke luar begitu indah. Sambil menikmati kopi yang saya pikir harganya pasti mahal, saya menikmati pemandangan di luar juga pemandangan gadis cantik berpakaian minim &#8230;si kelinci jadian itu. sambil berpikir wahhh yang kerja di sini harus punya body bagus dan keberanian. Yang membuat saya heran juga, tidak ada yang kurang ajar misalnya dengan memegang pantat (maaf) si gadis. Benar-benar cafe eksklusif deh. Tapi itu pengalaman saya pertama dan terakhir. Sayang juga tidak bawa kamera waktu itu sehingga tidak bisa berfoto dengan kelinci cantik hihihi.</p>
<p>((Foto kiri : Kabarnya sudah ada Maid Cafe di Singapore　loh&#8230;)</p>
<p>Yang kesepuluh <span style="text-decoration:underline;">Cafe Musik</span> dengan pertunjukan musik life.</p>
<p>Nomor 11 adalah <span style="text-decoration:underline;">Dekamori Cafe</span>. Nah loh kasih nama apa kalau bahasa Inggrisnya ya? Extra-ordinary Trainer ehhh Cafe? hihihi Memang sih Cafe ini Extraordinary, lain dari yang lain. Tapi mungkin paling cocok kasih nama Gigantic Cafe. Deka itu dari dekai artinya besar, Mori arti asalnya hutan rimba, tapi kalau dipakai untuk makanan artinya big size. Nah , kalau besar + big size bisa kebayang nggak? Memang Cafe ini menyajikan segala sesuatunya extra large.<br />
<a href="http://s15.photobucket.com/albums/a371/emi_myst/blog/?action=view&amp;current=coffefloat.jpg" target="_blank"><img src="http://i15.photobucket.com/albums/a371/emi_myst/blog/coffefloat.jpg" border="0" alt="Photobucket" /></a> <a href="http://s15.photobucket.com/albums/a371/emi_myst/blog/?action=view&amp;current=nasikare.jpg" target="_blank"><img src="http://i15.photobucket.com/albums/a371/emi_myst/blog/nasikare.jpg" border="0" alt="Photobucket" /></a></p>
<p>Waktu saya cari fotonya di internet ketemu deh sebuah cafe di daerah Nagoya, foto itu adalah coffee-float pakai whipping cream, dan whipping cream nya itu tidak tanggung-tanggung banyaknya. Ada lagi foto Nasi Kare ukuran S, tapi mungkin kalau perempuan bisa makan berdua atau bertiga. Bagaimana kalau pesan yang L ya? Untuk yang suka makan banyak boleh juga pergi ke sini ya&#8230; Kalau saya sih pasti sebelum habis sudah bosan. Biarpun badan saya seperti Gajah, saya kalau makan tidak banyak&#8230;tapi sering dan harus bervariasi. Soalnya cepet bosan (tapi kalau sama suami tidak cepat bosan loh hihihi &#8230;ne Gen &#8230;.)</p>
<p>Nomor 12 adalah <span style="text-decoration:underline;">Shitsuji Cafe&#8230;. or Buttler Cafe or Swallowtail cafe</span>.  Pasti <img class="alignleft" style="float:left;margin:10px 5px;" src="http://i15.photobucket.com/albums/a371/emi_myst/blog/5d5ea3db.jpg" alt="Butler Cafe" width="200" height="150" />semua tahu ya arti Buttler, yang biasa diterjemahkan menjadi kepala pelayan. Dengan pakaian jas hitam seperti penguin hihihi, baju putih berdasi kupu-kupu dan gayanya yang gentlemen agak sombong tapi menggunakan kata sopan.  Cafe ini saingannya Maid cafe, dan banyak dikunjungi oleh wanita-wanita. Tetamu disambut dengan &#8220;Welcome home My Lady&#8230;おかえりなさいお嬢様&#8221;.  Tapi waktu membaca keterangan tentang Cafe ini, saya jadi teringat yang namanya Host Club sejenis kelab malam di Jepang yang khusus  <img class="alignright" style="float:right;" src="http://i15.photobucket.com/albums/a371/emi_myst/blog/Buttlercafe.jpg" alt="" width="85" height="130" /></p>
<p>untuk wanita saja. Host (hostes kan wanita, ini pria) nya menyajikan  minuman bagi si tamu, menghibur dia dengan bercakap-cakap bersama dan menemani si wanita itu minum, layaknya yang dilakukan seorang pramuria kelab malam. Mungkin bedanya Butler Cafe dengan Host Club dari imagenya ya. Kalo Butler kan kesannya sophisticated hihihi.</p>
<p>Kalo Buttlernya seperti foto di kanan begini, pasti rame ya kedai kopinya&#8230;. Katanya ini di London&#8230;pantes bodynya okeh wokeh punya hihihi&#8230;.</p>
<p><img class="alignleft" style="float:left;margin:5px;" src="http://i15.photobucket.com/albums/a371/emi_myst/blog/5ac94671.jpg" alt="Tera Cafe" width="250" height="183" />Nomor 13 ialah <span style="text-decoration:underline;">Tera Cafe</span>. Tadinya saya sempat berpikir Tera itu singkatan dari Terrace, kan kalau musim panas banyak timbul Teras Cafe, memakai trotoar Jalan. Tapi ternyata Tera ini benar-benar sesuai dengan Kanjinya adalah Kuil Buddha. Walahhh bagaimana tuh?<br />
Ada Tera Cafe yang berada di dalam gedung perkantoran bernuansakan Jepang, dan di pintu masuk sudah disambut dengan bau dupa. Pelayannya sendiri adalah pendeta Buddha, dan banyak hiasan bernuansakan agama Buddha. Atau ada pula yang memang memakai ruang di samping Kuil Budhha dengan pemandangan taman Jepang. Yang menarik di Tera Cafe, ada yang tidak mencantumkan harga untuk minuman dan makanan yang disediakan, tergantung dari sumbangan yang diberikan saja. Yang pasti memasuki Cafe seperti ini mendapatkan ketenangan hati dan memang salah satu tujuan dari adanya Tera Cafe ini untuk bisa mendiskusikan agama Buddha dengan pendeta Buddha di sana dan syukur kalau akhir-akhirnya bisa membawa perhatian anak-anak muda kepada Kuil Buddha.</p>
<p>Nomor 14 adalah <span style="text-decoration:underline;">Knitt Cafe</span>. Sesuai dengan namanya di Cafe ini Anda bisa merajut sambil minum kopi. Waaah kok cocok untuk oma-oma ya? Tapi jangan salah di sini bukan hanya oma-oma yang suka merajut. Karena biasanya pemudi-pemudi akan mencoba merajut sendiri sebuah sweater untuk diberikan pada pacarnya di Hari Valentine. Saya dulu juga pernah coba merajut belajar pada adik saya, Kimiyo. Beli semua peralatan dan benang&#8230;Tapi baru jadi bagian muka sudah malas untuk dilanjutkan. Sampai sekarang masih ada dalam plastik di sudut lemari.</p>
<p>Nomor 15 adalah <span style="text-decoration:underline;">Kagaku Cafe atau Science Cafe</span>. Kalau lihat judulnya seperti boring ya. Dan waktu cari fotonya juga adanya foto sekelompok orang yang mungkin sedang membicarakan science di sebuah kantin. Mungkin seperti itu ya? Saya membayangkan masuk cafe yang dekorasinya seperti laboratorium dan disuguhkan kopi dari tabung praktikum hehehe.</p>
<p>Nomor 16 adalah <span style="text-decoration:underline;">Tetsu Cafe atau Railway Cafe</span>. Sesuai judulnya di dalam cafe ini disediakan pramodel kereta api dengan diorama pemandangan yang dilewati oleh kereta api tertentu. Cocok untuk penggemar kereta api.</p>
<p><img class="alignleft" style="float:left;margin:10px;" src="http://i15.photobucket.com/albums/a371/emi_myst/blog/HSBoyCafe.jpg" alt="" width="184" height="137" />Nomor 17 adalah <span style="text-decoration:underline;">Danshiko Cafe atau High School Boy&#8217;s Cafe</span>. Nahhhh kalau ini saya mau berkunjung hehehe kan enak melihat wajah-wajah segar pemuda-pemuda harapan bangsa&#8230;taelah (pasti ada yang bilang duh Imelda sukanya daun muda hehehe&#8230;abis kalau daun tua kan pahit dan banyak seratnya, siapa sih yang tidak suka daun muda. Istilah daun muda dalam bahasa Jepangnya adalah wakai tsubame ## tambahan untuk yang sedang belajar nihonggo hihihi)<br />
<a href="http://s15.photobucket.com/albums/a371/emi_myst/blog/?action=view&amp;current=HSBoyCafe.jpg" target="_blank"><br />
</a></p>
<p>Nomor 18 adalah <span style="text-decoration:underline;">Cosme Cafe</span>. Cafe ini menyajikan produk-produk terbaru kosmetik dari berbagai mereka. Katanya setiap minggu ganti produk. Jadi yang mau beli kosmetik boleh ke sini. Mungkin Neng3 mau ke sini? nanti saya antar hehehe.</p>
<p>Nomor 19 <span style="text-decoration:underline;">Shoken Cafe (trading Cafe)or Stock Exchange Cafe</span>. Nah untuk yang suka bisnis dan main stock dan valas bisa pergi ke sini. Sambil ngopi aja mata tak lepas dari monitor harga saham&#8230;. duhhh kapan istirahatnya ya?<a href="http://s15.photobucket.com/albums/a371/emi_myst/blog/?action=view&amp;current=choircafe.jpg" target="_blank"><img class="alignright" style="float:right;margin:10px;" src="http://i15.photobucket.com/albums/a371/emi_myst/blog/choircafe.jpg" alt="" width="200" height="150" /></a></p>
<p>Nomor terakhir adalah <span style="text-decoration:underline;">Utagoe Cafe</span>. Utagoe secara harafiah adalah lagu mungkin Cafe ini bisa diterjemahkan menjadi Choir Cafe. Si pemimpin menyanyi dan diikuti oleh pengunjung cafe yang lain. Katanya Cafe jenis ini pernah marak di tahun 1955 an. Jadi bisa latihan paduan suara sambil minum kopi mungkin ya?  Dan untuk mengenang kembali memori masa lalu, akhir-akhir ini timbul kembali Cafe jenis ini. Kata suami saya, bapaknya dulu sering pergi ke Cafe jenis ini.<br />
<a href="http://s15.photobucket.com/albums/a371/emi_myst/blog/?action=view&amp;current=choircafe.jpg" target="_blank"><br />
</a></p>
<p>Jadi kalau Anda, ingin mencoba pergi kemana?</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/japansway.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/japansway.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/japansway.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/japansway.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/japansway.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/japansway.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/japansway.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/japansway.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/japansway.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/japansway.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/japansway.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/japansway.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/japansway.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/japansway.wordpress.com/16/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=japansway.wordpress.com&amp;blog=5615528&amp;post=16&amp;subd=japansway&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://japansway.wordpress.com/2008/12/25/jenis-jenis-cafe-di-jepang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/136e5f024b4cf59177164627882f66cc?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">imeldacoutrier</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://i15.photobucket.com/albums/a371/emi_myst/blog/coffeeshop.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Coffee shop</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://i15.photobucket.com/albums/a371/emi_myst/blog/wedgwood.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">wedgwood cup</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://i15.photobucket.com/albums/a371/emi_myst/blog/mangga-net-cafe.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Mangga-net-cafe</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://i15.photobucket.com/albums/a371/emi_myst/blog/kyushoku.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Kyushoku</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://i15.photobucket.com/albums/a371/emi_myst/blog/onigiri.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">onigiri おにぎり</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://i15.photobucket.com/albums/a371/emi_myst/blog/maid.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://i15.photobucket.com/albums/a371/emi_myst/blog/MaidCafe_SG.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Maid Cafe di Singapore</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://i15.photobucket.com/albums/a371/emi_myst/blog/coffefloat.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Photobucket</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://i15.photobucket.com/albums/a371/emi_myst/blog/nasikare.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Photobucket</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://i15.photobucket.com/albums/a371/emi_myst/blog/5d5ea3db.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Butler Cafe</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://i15.photobucket.com/albums/a371/emi_myst/blog/Buttlercafe.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://i15.photobucket.com/albums/a371/emi_myst/blog/5ac94671.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Tera Cafe</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://i15.photobucket.com/albums/a371/emi_myst/blog/HSBoyCafe.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://i15.photobucket.com/albums/a371/emi_myst/blog/choircafe.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Makanan Beku</title>
		<link>http://japansway.wordpress.com/2008/11/02/makanan-beku/</link>
		<comments>http://japansway.wordpress.com/2008/11/02/makanan-beku/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 01 Nov 2008 19:59:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Imelda</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://japansway.wordpress.com/?p=8</guid>
		<description><![CDATA[Bagi keluarga yang besar atau sulit untuk berbelanja setiap hari/waktu tertentu, makanan beku (frozen meal) merupakan pilihan yang sangat tepat. Baik itu berupa bahan yang kita beli dalam keadaan segar, kemudian dimasukkan ke dalam freezer maupun bahan yang sudah terkemas khusus sebagai frozen meal. Kalau di Indonesia mungkin kebanyakan adalah produk luar negeri seperti jagung manis, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=japansway.wordpress.com&amp;blog=5615528&amp;post=8&amp;subd=japansway&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span class="insertedphoto"><a href="http://emimyst.multiply.com/photos/hi-res/upload/R6TywAoKCCIAAHMD9041"><img class="alignright" src="http://images.emimyst.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/R6TywAoKCCIAAHMD9041/08_gyouza.jpg?et=jyOOepzTJ3oVyLe2XnndZg&amp;nmid=" border="0" alt="" /></a></span>Bagi keluarga yang besar atau sulit untuk berbelanja setiap hari/waktu tertentu, makanan beku (frozen meal) merupakan pilihan yang sangat tepat. Baik itu berupa bahan yang kita beli dalam keadaan segar, kemudian dimasukkan ke dalam freezer maupun bahan yang sudah terkemas khusus sebagai frozen meal. Kalau di Indonesia mungkin kebanyakan adalah produk luar negeri seperti jagung manis, broccoli, fried potatoe atau chiken nugget dll. Sedangkan si Jepang kemasan makanan beku lebih bervariasi, mulai dari sayuran, spaghetti/segala jenis bakmi atau pilaf/nasi goreng, sampai lauk-pauk seperti kroket, ayam goreng, beef steak dan lain-lain.</p>
<p>Saya juga sering membeli makanan beku ini sejak melahirkan anak kedua, karena biasanya tidak ada waktu untuk memasak makan malam atau makanan untuk bento/ bekal si Sulung Riku. Dan diantaranya adalah Gyoza, yaitu semacam siomay yang berbentuk seperti harkau yang digoreng/kukus. Makanan gyoza ini berasal dari China tetapi dimodifikasi ala Jepang. Dan ternyata makanan frozen ini banyak yang dibuat dari luar negeri (baca china)yang diimpor ke Jepang. Anak saya Riku suka sekali makan gyoza sehingga hampir setiap minggu saya membelinya.</p>
<p>Tapi saya menjadi takut sekarang untuk membeli gyoza, atau makanan beku lain karena saat ini di Jepang sedang ramai membicarakan masalah gyoza frozen. Pasalnya sudah ada beberapa orang yang terpaksa masuk Rumah Sakit karena keracunan makanan setelah makan gyoza tersebut. Kebanyakan mereka menderita sakit perut dan muntah-muntah, bahkan seorang anak berusia 5 tahun sempat parah. Hampir sebulan setelah kejadian tersebut, barulah pemerintah mengumumkan bahwa gyoza yang mereka makan ternyata mengandung メタミドホス <span style="font-size:x-small;">Methamidophos</span> atau nama kimianya <span style="font-size:x-small;">C2H8NO2PS. Methamidophos ini merupakan pestisida yang dilarang penggunaannya di Jepang karena termasuk obat keras. Obat ini tidak terdaftar di Jepang, tetapi penghasil obat ini yang terbesar adalah Jerman dengan merek Monitor atau Tamaron.Saya tidak tahu apakah petani Indonesia memakai produk ini atau tidak.</span></p>
<p><span style="font-size:x-small;">Yang pasti setelah pemberitaan kasus gyoza ini, sudah 1000 orang lebih yang melaporkan bahwa dirinya mungkin keracunan makanan karena mengalami gejala yang sama dan makan produk makanan beku tersebut. Memang menurut kesaksian korban, waktu makan gyoza tersebut tercium bau kimia, dan rasanya pahit. Untuk anak-anak mungkin tidak bisa membedakan makanan yang tidak baik karena rasa berbeda, sehingga saya juga menjadi takut memberikan makanan sembarang kepada Riku sekarang. </span></p>
<p><span style="font-size:x-small;">Belum diketahui apa yang menyebabkan obat tersebut masuk ke dalam kemasan makanan beku. Apakah pada waktu proses pembuatan (yang dikatakan kemungkinannya kecil sekali) atau memang ada orang yang sengaja memasukkan obat tersebut dalam kemasan. Tetapi yang pasti kejadian ini membuat saya lebih berhati-hati membeli produk makanan terutama yang diproduksi di China. Padahal selama ini saya tidak mau terlalu memikirkan hal tersebut, karena saya anggap toh sebelum masak kita cuci dulu (untuk sayuran). Tapi biar bagaimanapun juga, nyawa manusia apalagi buah hati tidak ada cadangannya sehingga mau tidak mau, kita sendiri harus menjaga dan mengantisipasi kemungkinan-kemungkinan tersebut.</span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/japansway.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/japansway.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/japansway.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/japansway.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/japansway.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/japansway.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/japansway.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/japansway.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/japansway.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/japansway.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/japansway.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/japansway.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/japansway.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/japansway.wordpress.com/8/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=japansway.wordpress.com&amp;blog=5615528&amp;post=8&amp;subd=japansway&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://japansway.wordpress.com/2008/11/02/makanan-beku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/136e5f024b4cf59177164627882f66cc?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">imeldacoutrier</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://images.emimyst.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/R6TywAoKCCIAAHMD9041/08_gyouza.jpg?et=jyOOepzTJ3oVyLe2XnndZg&#38;nmid=" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Alat pengukur senyum</title>
		<link>http://japansway.wordpress.com/2008/11/01/alat-pengukur-senyum/</link>
		<comments>http://japansway.wordpress.com/2008/11/01/alat-pengukur-senyum/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 01 Nov 2008 03:55:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Imelda</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://japansway.wordpress.com/?p=3</guid>
		<description><![CDATA[Apakah orang Jepang sangat jarang tersenyum sehingga perlu ada alat untuk mengukur kadar senyum? Produsen alat pengukur tekanan darah yang terkenal OMRON, mengembangkan sebuah alat baru untuk mengukur kadar senyum seseorang. Yaitu dengan menganalisa gerak dari 30-an titik di muka, turunnya kelopak mata, sudut mulut dan keriput yang terjadi, kemudian menilainya dalam skala 0 sampai [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=japansway.wordpress.com&amp;blog=5615528&amp;post=3&amp;subd=japansway&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Apakah orang Jepang sangat jarang tersenyum sehingga perlu ada alat untuk mengukur kadar senyum?</p>
<p>Produsen alat pengukur tekanan darah yang terkenal OMRON, mengembangkan sebuah alat baru untuk mengukur kadar senyum seseorang. Yaitu dengan menganalisa gerak dari 30-an titik di muka, turunnya kelopak mata, sudut mulut dan keriput yang terjadi, kemudian menilainya dalam skala 0 sampai 100%. Tentu saja untuk mengambil moment tersenyum itu, alat itu mengandalkan digital camera.</p>
<p>あなたの笑顔、今何％？　オムロンが「笑顔度」測定開発</p>
<p>2007年09月08日15時22分</p>
<p>仏頂面は０％、満面の笑み で１００％――。オムロンはそんな「笑顔度」を測定する技術を開発した。顔の三十数カ所の動きを分析して目尻が下がる、口角があがる、しわができるといっ た表情の変化を読み取り、笑顔の度合いを０～１００％で表示する。笑顔の瞬間に自動的にシャッターを切るデジカメなどへの応用が期待できるという。</p>
<p>笑顔を判別するソフトは以前からあるが、事前に対象者の顔を記録しておく必要があった。オムロンは国内外約４千人の顔を独自に分析して共通のパターンを発 見。性別や国籍、年齢などにかかわらず「一見さん」の顔も瞬時に分析できるようにした。動画もほぼ同時に分析し、同時に３０人程度までの笑顔度を測定でき るという。</p>
<p>デジカメのほか、「毎朝自分の笑顔をチェックできる鏡台」といった用途への売り込みも目指す。</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/japansway.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/japansway.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/japansway.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/japansway.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/japansway.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/japansway.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/japansway.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/japansway.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/japansway.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/japansway.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/japansway.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/japansway.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/japansway.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/japansway.wordpress.com/3/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=japansway.wordpress.com&amp;blog=5615528&amp;post=3&amp;subd=japansway&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://japansway.wordpress.com/2008/11/01/alat-pengukur-senyum/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/136e5f024b4cf59177164627882f66cc?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">imeldacoutrier</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
